Skip to main content

Cewek Populer - MISSQUEEN Bagian 1

Seorang wanita dengan baju dekil, berantakan, sepatu yang berlubang, dan seragam putihnya yang warnanya memudar menjadi kuning, berjalan begitu anggun di koridor sekolah.

Siswa-siswi yang melihatnya langsung tertunduk menyembah. Tidak ada yang berani dengan wanita yang mendapat julukan ‘MISQUEEN’ atau dibaca ‘Miskin’ itu.

Kebanyakan yang mengagungkan si Misqueen adalah mereka yang memiliki paras sempurna. Kaya, cantik, tampan, dan memiliki kekuasaan di mana-mana, tapi sayangnya mereka malah tertunduk pada wanita udik tersebut.

Wanita dengan kecantikan luar biasa beserta 2 tikus yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi yang berposisi sebagai temannya tersebut menatap tak suka si Misqueen yang arogan.

Kenapa harus wanita miskin itu yang arogan? Kenapa tidak dirinya dan genk-nya? Mereka lebih pantas!

Sungguh aneh. Tapi begitulah kenyataannya. 

“Gue pengen nyiram tuh gembel pake air got!! Ihhh kesel gue lihat gayanya!” Kata wanita cantik itu.

“Sabar, kalau Lu berani gangguin dia, kita dalam bahaya elah,” kata tikus-tikusnya.

Namun saran itu tidak bisa menghentikan keinginan wanita cantik itu yang sudah lama ia pendam.

Wanita yang dari atas sampai bawah memakai barang-barang branded dari mulai ikat rambut, tas, seragam, ikat pinggang, kaos kaki sampai sepatu yang kira-kira ditotal bisa sampai 10 jutaan itu menghampiri Misqueen yang tengah santai berjalan di koridor sekolah.

“Woy gembel!!!” Teriaknya.

Tak berhenti sampai di situ, tangan si wanita kaya mendorong tubuh Misqueen yang kurus kurang makan itu.

“Aduh,” ringisnya saat rok kumuhnya menyentuh lantai. 

“Jangan sok deh lu! Yang harusnya sok itu gue!!” Teriaknya lagi.

“Ohh, jadi mau lu kayak gini?” Tanya si Misqueen yang tergeletak di lantai dengan begitu santainya. Senyum miring terbit dari wajah wanita miskin.

“Nina!” Panggil wanita miskin pada wanita kaya itu.

“Mulai sekarang lu gue hapus dari daftar pengikut gue! Mulai sekarang, jangan ngipi lu bakal dapet salinan tugas gue lagi!!” Teriak Misqueen membara.

Wajah wanita kaya yang memiliki nama Nina itu tiba-tiba pucat. 

Entah kenapa penyesalan selalu saja datang terlambat. Nina tidak bermaksud mendorong Misqueen tadi. Tangannya yang mendorong. Kadang, tangan Nina memang suka nakal.

“Aduuhh, sorry Miss, gue becanda aja tadi.”

Melihat ratu mereka memohon-mohon pada Missqueen, tikus-tikusnya menggeleng-gelengkan kepala lelah.

Pasalnya hal seperti ini sudah terjadi berkali-kali. Mereka sampai malas menonton adegan yang diulang-ulang tiap harinya.

“Enggak! Lu udah jahatin gue mulu! Gue capekl maafin elu,” kata Misqueen sadis.

Dia bangkit dari duduk di lantai, kemudian melenggang santai melewati Nina yang menjambaki rambut kesal.

“Aduh, gue harus gimana? Gue bener-bener gak sengaja dorong dia tadi.”

“Heleh,” ucap kedua temannya bebarengan.

***

“Gue udah gak sabar buat pindah ke sekolah elu, Bro,” ucap lelaki di balik kemudinya bernama Brian.

Teman yang ia ajak bicara tersenyum aneh dibalik kesibukannya bermain ponsel.

“Pasti banyak primadona ya di sekolah elu,” katanya lagi.

Sambil matanya memfokuskan pada jalanan, ia ajak sahabatnya itu untuk bicara.

“Gue bisa pacarin mereka. Ah, maksud gue pacarin salah satu dari mereka. Kira-kira siapa yang paling terkenal di sekolah elu Bro? Pasti cantik kan? Pinter pasti?” Celotehnya panjang lebar.

Sahabatnya yang sibuk bermain game di smarthphone tak kuasa menyembunyikan tawanya. Ia terbahak-bahak mendengar tiap celotehan Brian yang tidak tahu apa-apa itu.

“Ngapain ketawa sih Lu Bobby!!!??” 

“Gak papa. Nanti gue tunjukin ke elu siapa cewek paling populer di sekolah,” ucapnya dibarengi senyum miring.

Yang ada di pikirannya saat orang bertanya siapa wanita populer di sekolahnya, entah mengapa Bobby selalu teringat dengan dia … Misqueen.


---

Penulis: Lisa


Lanjutan:

MISSQUEEN Bagian 2

MISSQUEEN Bagian 3

Comments

  1. Kirain lanjutannya Misqueen bagian dua udah bisa di klik, eh ternyata belum.

    Menarik ceritanya, biasanya cewek kaya yang jadi populer, disini kebalik ya kang, yang Misqueen tapi pintar yang jadi idola.😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, iya mas, bagian 2 masih disiapkan :D

      iya, ini penulisnya emang masih muda dan cewek, jadi ya imajinasinya agak ngaco

      Delete
  2. Wow, bahkan si cantik nan kaya pun bisa segan dengan si missqueen yg pintar. Jd inget jaman sekolah dulu, di mana memang yg pinter itu akan selalu dihargai bagaimana pun keadaannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba
      yang kaya biasanya cuma jadi donatur, wkwkwk

      Delete
  3. Menarik ceritanya, bagus tuh kalau seumpama dibikin FTV 😅👍

    ReplyDelete
  4. Si miskin di cerita ini teraniaya banget ya mba, udah kurus kurang makan di dorong pula,..enggak sampai hati aku bacanya 😂😂😂

    ReplyDelete
  5. wah ini bertolak belakang sama cerita-cerita pada umumnya.. wkwkwk.. tapi jadinya menarik sih, bikin penasaran sama kelanjutan ceritanya.

    ReplyDelete
  6. Penasaran baca lanjutannya 😄. Apa yg dipunya si misqueen sampe bisa ditakuti banget selain dia pintar :D. Pengen tau juga muka si cowo baru kalo ketemu cewe paling populer itu hahahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Murid Baru - MISSQUEEN Bagian 2

Dua orang pria dengan penampilan keren keluar dari mobil sport warna merah. Suasana sekolah yang masih pagi, terasa semakin menyejukkan sesaat setelah kemunculan lelaki itu. Brian dan Bobby. Sebut saja mereka dengan nama itu. --- Cerita Sebelumnya:   Cewek Populer - MISSQUEEN Bagian 1 --- Pria bernama Brian melepaskan kaca mata hitam mengkilap yang memantulkan bayangan siswa-siswi yang menatapnya takjub. Berbeda dengan Bobby, oleh sebab siswa-siswi sudah sering melihatnya, jadi rasanya tak ada yang ingin melihat pria itu. Semua mata dipusatkan pada pria bernama Brian. Dia yang masih asing di mata para siswa, begitu menarik perhatian  warga sekolah. Apalagi ketampanan yang dimiliki pria itu juga kekayaannya yang tampak dari mobil mewahnya. “Wahhh, reaksi mereka terlalu berlebihan!” Kata Bobby seolah tak rela. Harusnya dia yang diperlakukan seperti ini. Tapi memang Bobby akui, ketampanannya begitu kalah dengan Brian. Juga kekayaan …. “Yuk Bro masuk,” ajak Bobby. Saat mereka jalan di kori

Yang Berkuasa - MISSQUEEN Bagian 3

“Berisik! Bisa diem gak!!?”  Tiba-tiba Missqueen marah. Kemarahannya ditujukan untuk Bobby. Matanya sudah hampir keluar untuk digunakan menatap Bobby yang masih asyik dengan tawanya. --- Cerita Sebelumnya: Murid Baru - MISSQUEEN Bagian 2 --- “Eh maaf-maaf Miss. Lucu aja tadi,” ucap Bobby seperti pesuruh kepada ratunya. Brian terkejut dengan cara bicara sahabatnya. Kenapa bisa seperti itu? Ada apa ini?  Hal gila apa yang Bobby lakukan sampai tertunduk kepada wanita dekil itu?! “Lu becanda ya Bob?” Bisik Brian. Tapi kenapa Brian mengikuti ucapan wanita dekil itu untuk tidak berisik? Buktinya dengan suaranya yang berbisik seperti ini.  “Gue gak becanda. Kenyataannya emang gini Bri!” “Apa gak ada yang lebih cantik Bob? Gak ada yang lebih mahal? Dia dekil gitu, masa terkenal? Apa dia pemilik sekolah ini? Tapi gak mungkin, kalau dia pemilik kenapa penampilannya kayak gelandangan? Atau dia lagi nyamar?” Tanya Brian bertubi-tubi.  Namun sebelum pertanyaannya dijawab, muncul wanita cantik, rapi